Kategori: Politik

Ini adalah contoh deskripsi untuk kategori politik

  • Pansus DPRD: Audit Total Usaha Tambak Udang di Sumenep!

    Pansus DPRD: Audit Total Usaha Tambak Udang di Sumenep!

    SUMENEP – Panitia khusus (Pansus) tambak udang DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan sidak ke beberapa usaha tambak udang, Kamis (11/12/2025).

    Sidak yang dipimpin langsung oleh ketua pansus, Akhmadi Yasid diantaranya menyasar tambak udang di Kecamatan Dasuk.

    Dari hasil sidak tersebut, ditemukan sejumlah persoalan serius mengenai tata kelola tambak udang.

    Pertama, keberadaan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) tidak berjalan sebagaimana mestinya, ada indikasi masih banyak perusahaan tambak buang langsung limbah ke laut yang berbahaya bagi ekosistem.

    “Pengusaha tambak udang tidak tertib dalam melakukan uji limbah, seharusnya rutin tapi terindikasi beberapa lalai, padahal biaya cuma Rp 600 ribu per pengujian,” ujar Yasid.

    Selain urusan ekologis sebagai dampak serius berkaitan kerusakan lingkungan, sambung Yasid, ternyata tambak udang tidak menyumbang PAD yang sesuai.

    “Bayangkan, yang bisa masuk ke kas daerah hanya pengujian limbah di laboratorium DLH, dalam setahun andai semua tertib bisa meraup dana lumayan diatas Rp 150 juta, praktiknya hanya kisaran Rp 20 juta saja, jauh dibandingkan dengan dampak ekologis yang timbul,” benernya.

    Disamping itu, tidak ada sumbangsih apapun kepada daerah selain biaya pengujian limbah itu yang nilainya sangat kecil, padahal seharusnya perusahaan yang ada di Sumenep juga bisa membantu daerah dalam bentuk CSR (corporate social responsibility).

    “Padahal kita punya Perbup CSR nomer 25 tahun 2023 yang mengatur soal mekanisme tanggung jawab sosial. Tetapi faktanya di lapangan banyak yang abai,” tuturnya.

    Dari persoalan tersebut, pansus akan memanggil semua pengusaha tambak udang di Sumenep untuk audit secara keseluruhan, terutama urusan kepatuhan pada regulasi berkaitan ekologis dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari CSR.

  • Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

    Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

    Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Riza Patria. Patria merupakan kader Partai Gerindra yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

    “Kalau itu (adik dari Patria) kan fakta, tidak mungkin saya bilang tidak,” ujar Sabana dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Lumire Senen, Jakarta Pusat, Senin 19 Februari 2018.

    Sabana juga mengakui bahwa dirinya pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai politik (parpol) yang dipimpin Prabowo Subianto itu.

    “Itu (menjadi caleg Gerindra) kan dulu. Semua saya kira biasa ya seperti itu,” ujar Sabana.

    Meski demikian, Sabana menegaskan bahwa Garuda sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Gerindra. Sabana membantah Garuda adalah parpol yang dibentuk dengan tujuan memecah suara pemillih antara Garuda dan Gerindra pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

  • Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

    Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

    Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus memanaskan mesin politik untuk memenangkan pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin. Salah satunya dengan upaya menggelar rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) Dewan Pengurus Wilayah PPP Jawa Tengah.

    Dalam Rakorwil tersebut, hadir Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair, dan calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

    Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romi langsung hadir dalam membuka rapat koordinasi wilayah ini. Dalam kesempatan itu, ia menekankan akan terus bergerak melakukan konsolidasi.

    “Kita instruksikan untuk terus konsolidasi pada tiga elemen dari struktural, kultural partai, dan ketiga elemen figur,” kata Romi dalam keterangannya, Senin 19 Februari 2018.

    Bagi dia, terkait elemen kultural tak bisa dilepaskan PPP dengan dua organisasi massa yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Maka, kata Romi, penting untuk tim pemenangan serta pasangan calon untuk terus menjalin komunikasi dengan NU serta Muhammadiyah. Secara target, PPP ingin menyumbangkan 2,5 juta suara untuk pasangan Ganjar-Yasin.